Keesokan harinya. Arga yang masih berbaring di lantai. Dengan selimut tebal menutupi tubuhnya. Ia mencoba untuk membuka matanya. Mengumpulkan separuh nyawanya yang masih belum datang. Ke dua matanya terbuka perlahan. Ia terkejut tubuhnya sudah berada di lantai. Sesekali ia mencoba mengingatnya kembali. Tapi tetap saja, ingatannya tak menjangkau. Mungkin dia terlalu mabuk jadi tak bisa ingat semuanya. "Kepalaku pusing sekali" gumam Arga. Mengernyitkan matanya. "Kenapa bisa aku di sini? Sebenarnya apa yang terjadi semalam. Apa Yeri menggeletakkan di lantai. Terus dia pergi?" Helaan napas keluar dari sela-sela bibirnya. "Kurang ajar sekali dia. Apa dia belum tahu siapa aku?" Arga mencoba untuk bangun. "Bentar! Kenapa tubuhku sakit semua?" Arga merasa tubuhnya benar-benar sangat sakit.

