Bab 28

1254 Kata

"Karena ... Ayah ngerasa nggak cocok aja sama si Adam. Ayah nggak yakin kalau dia beneran cinta sama kamu," kata Ayahku yang lebih dulu memotong ucapan Bunda. Aku menatap Bunda yang tampak menampilkan guratan kekecewaan di wajahnya. Sepertinya Bunda kecewa dengan alasan yang Ayah utarakan. Atau mungkin, Bunda ingin berkata jujur? "Loh, bukannya Ayah tahu sendiri kalau Pak Adam itu baik, terlebih Ayah juga tahu kalau Pak Adam itu anak teman bisnis Ayah. Kenapa Ayah langsung berkesimpulan kalau dia bukan laki-laki yang baik? Atas dasar apa Ayah berkata seperti itu?" Aku langsung menyerca beliau dengan beberapa pertanyaan, wajah Ayah tampak pias, barangkali beliau merasa kebingungan ingin menjawabnya. "Bukan begitu maksud Ayah. Hanya saja, Ayah merasa laki-laki itu tidak cocok menjadi suami

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN