Bab 23

1153 Kata

Aku mengangkat sebelah alisku, tanda tidak mengerti. Saat ini, aku tengah bersama Pak Adam di ruang kerjanya, beliau mengajakku berbicara empat mata, membicarakan apa isi hati beliau lebih tepatnya. "Maaf Pak, saya tetap tidak mengerti. Sebenarnya apa maksud bapak?" ucapku tidak bisa menyembunyikan nada penasaran di dalamnya. Terdengar helaan napas dari mulut Pak Adam. "Lena, apa selama ini kamu tidak menyadari perasaan saya? Saya cinta sama kamu, saya jatuh cinta sama kamu semenjak pertama kali saya melihat kamu, saya ingin kamu jadi istri saya, saya ingin kamu menjadi pendamping hidup saya sampai ajal memisahkan kita nanti." Aku termangu mendengar ucapan Pak Adam, baru kali ini aku mendengar seseorang--selain Ayah, Bunda, putraku, dan ... ya, kalian pasti tahu siapa yang aku maksud--me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN