Hamil

1370 Kata

Aku bangun dan menegakkan punggungku untuk duduk. Mas Bintang dengan sigap ikut membantuku duduk. Tatapanku tak berpaling pada sosok wanita tersebut. Dia tersenyum manis dan menghampiriku. "Syukurlah Bu Cahaya sudah sadar," ucapnya sembari tangannya mengambil sesuatu dari dalam tas hitamnya. Aku menatapnya dan melirik ke arah Mas Bintang dan Ibu berharap mereka memberikan penjelasan kepadaku. "Aya, ini Bu Dokter Aminah. Kamu pingsan dan tidak mau bangun walaupun Ibu dan Bintang sudah berusaha menyadarkanmu, jadi Bintang berinisiatif memanggil Dokter Aminah kemari, takut terjadi apa-apa denganmu," jelas Ibu dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya. "Ini ada alat tes kehamilan, saya harap Ibu Cahaya mau mencobanya. Saya baru menduga saja kalau Bu Cahaya sedang mengandung, tapi ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN