"Ibu!" Serempak kami berdua memanggil Ibu. "Bi Sri! Bibi ... Cepat kemari!" teriak Mas Bintang memanggil keras Bibi Sri. "Ya Allah ..., Ibu kenapa?" Bi Sri datang tergopoh-gopoh dengan wajah yang terkejut. "Ibu," ratapku cemas terus memanggil namanya. Mas Bintang segera mengangkat Ibu ke atas tempat tidur kami, dan membaringkannya disana. Mas Bintang meraih ponselnya dalam saku celana lalu menghubungi seseorang dengan raut wajah cemas. "Halo, assalamualaikum. Bu Dokter bisa kembali kesini, Ibu ... Ibu saya pingsan, saya takut terjadi sesuatu dengannya." "Itu ... Saya tidak dapat menjelaskannya, saya harap Bu Dokter bisa segera kesini." "Benarkah? Terima kasih Dok, saya tunggu kedatangan Bu Dokter secepatnya." Aku menaikkan alisku bertanya pada Mas Bintang. "Bu Aminah segera kesini

