Pembicaraan sengit

1404 Kata

Aku menunduk saat mata kami saling bersirobok tak sengaja. Kutarik lengan Fajar menjauh dari lelaki tersebut. "Jar! Kamu ngapain ajak dia kesini? Jangan bilang dia kejutan yang kamu maksud?" Sambil berbisik aku menanyai Fajar. "Kenapa Kak? Memang Kakak berharap kalau kejutannya dia?" Senyum seringai menghiasi wajah Fajar. Tampak kesenangan. "Kamu mau cari masalah dengan Kakak?" Kucubit pinggangnya karena kuat. "Woh ... Santai saja, kenapa sewot. Takut CLBK ya?" Lagi kucubit pinggangnya lebih kuat. Kali ini Fajar meringis kesakitan. Adik kurang ajar ini memang harus diberi pelajaran. "Ya, siapa?" Ibu menghampiri kami yang masih betah berdiri di depan. Matanya menatap heran dan lalu tersenyum saat mengenali pemuda yang berdiri disampingku. "Fajar? Kapan datang, Nak?" sapanya hangat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN