"Sudah hampir Maghrib. Lebih baik kami pulang dulu Kak," ucap Fajar pamit kepadaku. Aku terkejut mendengarnya. "Memangnya kalian langsung pulang ke--" "Pulang ke hotel Kak, kita disini cuma dua hari. Jadi nginap disana," sela Fajar cepat menjelaskan. "Loh, kenapa nggak nginap disini saja, 'kan masih ada satu kamar kosong yang biasa kamu tempati kalau nginap disini Jar? Sekalian kita makan malam bersama," imbuh Ibu menawari Fajar agar bermalam di rumah ini. "Nggak enak Bu, lagian 'kan saya bawa Mas Daffa. Kebetulan juga hotel tempat kami nginap dekat sama orang yang menjadi klien-nya kami. Sudah pesan duluan juga." Fajar menolak tawaran Ibu dengan sopan. "Oh ... Gitu. Terserah Nak Fajar saja. Ngomong-ngomong Nak Daffa, Ibu lihat kamu masih muda, sudah menikah?" celetuk Ibu kepada Mas D

