Pertemuan Pertama

1559 Kata

Lagi asyik melihat timeline teman duta dan teman dumay di Efbe, ada satu pesan inbox masuk terlihat olehku. Langsung kubuka saja karena penasaran. Walau kadang juga bukan pesan yang penting. Entah kenapa rasa tertariknya dominan. [Bisa ketemu?] Mataku terbelalak membaca pesan tersebut. Dia. Ngajak bertemu? Untuk apa? Kurang kerjaan nih orang. Aku mencibir sendiri. [Aku tahu kamu sudah membaca pesan ini, kita harus ketemu.] Menghela napas panjang, lalu kuhembuskan perlahan. Mungkin dia tahu kalau sekarang akunku sedang aktif. Namun malas, tidak kubalas. [Ada yang harus kita bicarakan.] Dia masih mengirim pesan. [Penting!] bibirku manyun membacanya, dan masih belum kubalas. [Ini tentang suami kita.] Wow ... Apa tadi? Aku tak salah baca? Jadi speechlees. 'Suami kita'? kata baru yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN