Apa Ini Karma?

1671 Kata

"Aya ...," gumam Ibu dengan mata tertutup. Aku mendekatinya dan mengusap punggung tangan Ibu dengan pelan, mencoba memberikannya ketenangan. Ibu sering mengigau menyebut nama Aya. Maaf Bu, maafkan Bintang. Ini semua salah Bintang. Cucu Ibu sudah tidak ada. Aku terisak sambil menelungkupkan kepala di atas tempat tidur Ibu. Kuletakkan tangan Ibu keatas kepalaku seolah Ibu memegangnya. Hatiku hancur melihat dua orang yang kusayang jatuh sakit terbaring lemah di dua ruangan yang berbeda. Cahaya belum sadarkan diri, sedangkan Ibu, berapa kali sadar namun kondisi mentalnya tidak stabil. Setiap bangun, Ibu selalu menanyakan kabar Cahaya, dan memaksa ingin melihatnya. Aku dari kemarin belum pulang sama sekali. Sudah tidak ada semangat hidup lagi, seakan semuanya telah berakhir. Hal yang paling

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN