Untuk menepati janji, aku terpaksa pergi juga. Sekarang sudah berada di mall yang dishare lock oleh Salma. Katanya mereka masih ada di food court. Lagi makan menuruti maunya Kia. Aku segera meluncur kesana menjemput mereka. Celingukan di tempat yang seluas ini belum ketemukan juga keberadaan mereka. Aku terus berjalan lurus lalu ada suara anak kecil yang familiar di telingaku seperti memanggil diriku. Aku tersenyum dan menoleh ke asal suara. "Piii ...." Benar, itu Kia--gadis kecilku. Ternyata mereka disini. Ia berlari ke arahku. kuraih tubuhnya untuk menggendongnya. Kuciumi pipinya yang gempal dan menggemaskan tersebut. Bagian favorit untuk dicium. Baru saja aku ingin menurunkan tubuhnya Kia, netraku tak sengaja menangkap sosok seseorang yang berjalan mendekatiku. Itu Aya. Kenapa d

