Jadi Dia Mantannya?

1145 Kata

Tiba di rumah, tak kubiarkan Aya berjalan sendiri. Kuraih lengannya dan kugandeng mesra tangannya. Kami masuk ke dalam rumah masih dengan tangan yang bertautan. Aku mengikuti langkah Aya yang naik ke atas menuju kamar kami. Kudekap lagi tubuhnya saat di dalam kamar. Kuucapkan lagi beribu kata maaf atas kekasaran dan ancamanku padanya. Aya histeris. Diluapkannya semua jeritan yang ada di hatinya. Aku mendengarkan tanpa suara. Kubiarkan ia menuntaskan amarah di hatinya. Hingga raganya lemah dan ia meringis kesakitan. "Pusing lagi, ya sudah rebahan saja, biar kupinta Bi Sri buat bawakan makanan kemari, biar kamu bisa minum obatnya," ucapku memberikan saran. Aya hanya diam dan menurut. Tubuhnya yang lemah, memaksanya untuk bersedia kubaringkan diatas tempat tidur. Kucium dan kuusap pucuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN