Malam di pos 2 Gunung Andong terasa sejuk dan sunyi, meski banyak pendaki yang berkumpul di sekitar api unggun. Beberapa teman-teman dari jurusan yang sama dengan Raisa, Kedokteran, bercengkerama dengan penuh keakraban. Mereka berbagi cerita tentang kuliah, pengalaman mendaki sebelumnya, dan banyak hal lainnya. Raisa hanya mendengarkan dari kejauhan, sesekali tersenyum saat salah satu temannya melontarkan guyonan. Pandangannya tak pernah lepas dari Said, yang duduk sendirian di sudut tenda, sibuk dengan tablet-nya. Raisa bisa merasakan keheningan di antara mereka, seolah-olah ada dinding tak terlihat yang memisahkan mereka. Teman-temannya tak menyadari apa yang Raisa rasakan, terlalu sibuk dengan obrolan mereka sendiri. Raisa hanya menyimak, sesekali tersenyum kecil, sementara pikiranny

