Dua minggu kemudian, Ahmad, Salwa, dan Said akhirnya siap melangkah. Dengan berkas-berkas bukti yang telah dikumpulkan, dan tulisan yang sudah dirapikan oleh Said, mereka berangkat ke beberapa kantor media massa di Sleman dan Yogyakarta. Ahmad tampak tenang, meski raut wajahnya menunjukkan keseriusan yang mendalam. Sementara itu, Salwa lebih banyak diam, tapi kehadirannya memberikan dukungan moral yang besar untuk Ahmad. Di dalam mobil, Said yang duduk di kursi penumpang depan mulai mengomentari isi tulisannya. "Aku udah pakai bahasa yang paling lugas, tapi juga hati-hati. Gak nyebut nama langsung, tapi kalau ada yang mau investigasi lebih lanjut, bukti kita cukup kuat," ujarnya sambil menatap Ahmad di kaca spion. Ahmad mengangguk. "Bagus lah. Yang penting fokus kita ke korban. Kita bant

