Ketika dua mobil akhirnya berhenti di depan sebuah rumah megah bergaya keraton Jawa di salah satu sudut kota Semarang, suasana langsung berubah seolah membawa rombongan itu ke masa lalu yang penuh wibawa dan tradisi. Rumah itu berdiri dengan gagah di atas tanah yang luas, menunjukkan kebesaran arsitektur Jawa yang kental dengan detail artistiknya. Dari kejauhan, dinding pagar yang mengelilingi rumah itu sudah memberikan kesan anggun dengan ukiran khas Jawa yang menceritakan kisah-kisah epik. Pagar tersebut terbuat dari tembok rendah yang dihiasi ornamen bunga dan pola-pola geometris, memberikan perpaduan keindahan tradisional dan kekokohan. Gerbang utama rumah itu menjadi pusat perhatian. Terbuat dari kayu jati berwarna cokelat tua yang masih tampak kokoh meskipun usianya sudah puluhan

