Menuju Simpang Lima

1525 Kata

Salwa terlihat ragu. "Tapi Bang Said gimana?" Ia baru sadar begitu melihat tas abangnya. Ahmad hanya mengangkat bahu. "Ya aku usir nanti, Dek." Salwa tertarik pada nakas kecil di samping tempat tidur. Di atasnya ada beberapa bingkai foto. Foto-foto kecil Ahmad bersama orangtuanya. Matanya tertumbuk pada satu foto Ahmad bersama ayahnya, yang tampak mirip sekali dengan dirinya. "Ini Bapak, ya?" tanya Salwa sambil menunjuk foto itu. Ahmad, yang baru selesai meletakkan tas di sudut ruangan, menoleh dan mengangguk. "Iya. Banyak yang bilang aku mirip beliau." Salwa hanya mengangguk kecil. Tangannya masih memegang bingkai foto itu saat Ahmad berdeham pelan. "Mau rehat dulu? Kita kan baru jalan nanti malam." Salwa menghela napas lelah. "Ya, capek. Aku ke kamar Raisa aja, ya, Mas." Toh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN