Pagi itu, jam sudah menunjukkan pukul 2, dan meskipun udara malam terasa sejuk, ada kehangatan yang mengalir antara Zabran dan Xandra. Mereka berbaring di ranjang, saling berpelukan, dan meskipun Xandra masih merasa cemas dan rapuh karena perasaan yang dia alami, Zabran memberikan ketenangan yang luar biasa. Zabran menatap wajah Xandra, yang matanya masih sedikit bengkak karena tangisan semalam. "Bagaimana rasanya?" tanya Zabran pelan, suaranya lembut, seakan ingin memastikan istrinya merasa lebih baik setelah malam yang penuh emosional itu. Xandra menggigit bibirnya, kemudian mengangguk pelan. "Masih sedikit terasa, tapi aku merasa lebih tenang," jawabnya, suaranya masih terisi keheningan yang penuh arti. Ia menatap Zabran dengan penuh rasa terima kasih. Zabran membalas dengan senyuma

