Xandra akhirnya menyelesaikan mie gorengnya, dan dengan lembut, ia membalik tubuhnya, menyandarkan punggungnya ke d**a Zabran. Mereka berdua saling tersenyum, kedamaian yang tak terucapkan menyelimuti mereka. Meski masih siaga, lelaki ini tampaknya sudah lebih bisa mengendalikan diri. "Ayo makan, Mas," ajak Xandra, matanya penuh dengan rasa sayang. Tentu tanpa sadar. "Sarapan sudah siap." Zabran hanya mengangguk, masih memeluknya dengan hangat, dan kemudian mereka berdua duduk di meja makan, menikmati sarapan pagi yang sederhana, namun penuh dengan kedekatan dan cinta yang tidak bisa diukur. Di dunia mereka berdua, hal-hal kecil seperti ini menjadi begitu berarti, mengingatkan mereka bahwa meskipun banyak hal yang belum sempurna, cinta dan dukungan satu sama lain selalu menjadi yang terp

