Tiga bulan setelah momen-momen sederhana namun bermakna itu, perjalanan pernikahan Zabran dan Xandra semakin kaya akan warna. Mereka terus belajar untuk saling memahami dan mendukung satu sama lain, terutama ketika kebahagiaan besar datang menghampiri. Tiga bulan setelah mereka kembali ke Jogja, Xandra dinyatakan hamil dua bulan. Berita itu menjadi titik balik dalam kehidupan mereka, membawa harapan baru sekaligus tantangan yang tak terduga. Zabran sangat bahagia mendengar kabar itu. Ia melompat-lompat kegirangan di ruang tamu begitu Xandra, dengan suara pelan dan sedikit malu-malu, mengumumkan kehamilannya. Zabran nyaris menangis, mengusap kepala Xandra dengan penuh kelembutan. Dalam pelukan itu, Xandra merasakan keyakinan bahwa mereka akan menghadapi semuanya bersama-sama. Namun, k

