Ahmad memandang Salwa dengan dahi berkerut, mencoba memastikan bahwa ia tidak salah dengar. “Dek, serius? Raisa suka sama Said? Sejak kapan?” tanyanya dengan nada bingung sekaligus heran. Salwa tersenyum lebar, matanya berbinar seolah menikmati reaksi Ahmad. “Udah lama banget, Mas. Sejak zaman SMA, waktu Raisa sering main ke rumahku. Dia kan temenan dekat sama aku. Kalau Raisa main ke rumah, kadang kan ketemu Bang Said pas Bang Said lagi libur. Dari situ, katanya dia mulai suka.” Ahmad menatap Salwa tak percaya. “Sejak SMA? Raisa suka sama Said sejak itu? Kok aku nggak pernah tahu?” Salwa terkikik, mencoba menahan tawa. “Ya, mana mungkin Raisa cerita ke Mas. Dia cerita ke aku waktu itu, bilang kalau dia diam-diam suka sama Bang Said. Tapi Raisa juga tahu kalau Bang Said itu orangnya ngg

