Senja masih diam membeku dengan air mata mengalir deras di pipinya. Semua seperti mimpi, tak pernah membayangkan kalau dia akan mendapatkan kejutan yang indah seperti malam ini. Suara Kalvian yang memanggil namanya membuat semua lamunan itu buyar. "Senja, sekali lagi aku bertanya, maukah kamu menjadi milikku selamanya? Mendampingi diriku dalam suka dan duka?" Pandangan Senja terpaku pada wajah tampan di depannya. Sedetik kemudian, wanita cantik itu mengangguk lemah sebagai jawaban. Disusul beberapa kalimat. "A-aku bersedia!" Kalvian tersenyum lebar, lalu berjalan mendekat diiringi gemuruh tepuk tangan oleh semua yang hadir. Momen indah itu di abadikan hampir semua yang hadir. Bahkan ada yang ikut terharu karena mereka tahu perjalanan hidup Senja, hingga lelaki tampan itu meminangny

