Bab. 50. Awal Rencana.

1614 Kata

Saat pagi tiba, Kalvian merasa pegal di bagian leher. Lelaki tampan itu bangun, mengamati sekitarnya. "Aku tidur di kamar, Senja!" Kalvian bergumam sendiri, sambil memijit tengkuknya. Kalvian mulai beranjak, dia berjalan ke arah ranjang. Mengamati dua wanita yang masih tertidur pulas, dengan selimut entah kemana. "Astaga, Kiara pun tidur di sini!" Kalvian membenarkan selimut. Mengecilkan suhu AC, kemudian dia melipat selimut bekas yang dia pakai, baru keluar perlahan dari kamar Senja. Jam baru menunjukkan pukul lima pagi. Masih terlalu awal untuk bangun. Sedangkan tak ada jadwal untuk bekerja. Lelaki tampan itu menelungkupkan tubuhnya kembali ke aras ranjang. * "Apa anak-anak belum bangun?" tanya Dewi saat menikmati teh yang disiapkan oleh asisten rumah. Kinan menoleh, "Sepertinya b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN