Setelah sidang ditunda dan bicara dengan orang tuanya, Vira kembali mendekam dalam sel tahanan. Tak ada yang bisa menolongnya, karena pihak Senja menemukan bukti baru terkait kejahatannya yang tak diketahui oleh orang lain. 'Si alan! Darimana Kalvian tahu, kalau aku pernah menyuruh seseorang untuk membuntuti Senja?' tanya Vira dalam hati. Vira hanya bisa menahan kemarahannya karena tak bisa melampiaskan. Di sel penuh dengan tekanan. Bahkan, tatapan intimidasi dari teman-temannya. Hembusan nafas lelah keluar dari bibir Vira. Hari ini sangat melelahkan dan dia masih dihadapkan satu kenyataan yang tak dia sukai. "Apa kamu bisa bebas?" tanya wanita berbadan gemuk. Vira hanya menoleh sekilas tanpa berniat menjawab. "Kenapa kamu bertanya? Kamu tidak lihat, wajahnya saja mengatakan segalany

