"Kakak!" Vega membuka pintu ruangan Presdir dengan kasar, sehingga wanita yang merupakan petinggi perusahaan ini tersentak dari tidurnya. Setelah melihat siapa yang datang. Wanita itu beranjak dari kursinya, menghampiri Vega. “Kakak istirahat saja. Aku mampir hanya untuk mengecek apa kakak baik-baik saja?" "Aku baik-baik saja," Lyra menunjuk dirinya sendiri, "kau bisa lihat sendiri. Jadi tak perlu khawatir." Pipi tirus dengan wajah pucat dan kantung mata yang menebal meski sudah tertutupi foundation. Vega ingin protes tentang kakaknya yang harus menjaga kesehatan namun dia telan kembali sebab mengingat apa yang harus kakaknya jalani saat ini. Memimpin perusahaan besar padahal tidak pernah di timpa tanggung jawab tanpa adanya bimbingan dari orangtua mereka. Terlebih Vega sendiri yang

