"Uhh... hiks..." Gosokan pada tubuhnya semakin menguat hingga menimbulkan bekas kemerahan. Terasa sakit memang, sengaja agar bisa melupakan sentuhan Altair pada tubuhnya. Tubuhnya merosot pada dinding kamar mandi di belakangnya. Dia mengcengkram rambutnya, ingin menghilangkan bayangan yang terjadi saat diruangan Altair. Sial. Trauma dan ketakutannya akan pria itu tidak bisa hilang begitu saja. Terapi yang dia jalani selama bertahun-tahun untuk mengobati rasa traumanya, hanya berdampak kecil saja. Namun setidaknya, dia tidak menunjukan ketakutannya dihadapan Altair, masih bernyali untuk melawan lewat fisik ataupun verbal pada pria itu. Mungkin jika Vega masih sama seperti dulu. Dia pasti sudah dengan mudahnya diringkuk oleh Altair dan berakhir di pelukan pria itu hingga pagi. Kemudia

