Ini adalah hari pernikahannya dengan Altair. Jantungnya berdegup cepat. Karena sampai detik ini dia masih belum bisa memutuskan pilihan untuk kabur dengan Orion atau meneruskan pernikahan ini. “Kau cantik sekali adikku tersayang.” Lyra mencium gemas pipi Vega. Memperhatikan adiknya dengan balutan gaun putih yang pas di tubuhnya. Walau sikapnya terlihat bahagia, matanya memandang Vega sendu berharap di pernikahan yang tidak diinginkan adiknya, paling tidak terselip kebahagiaan di masa depan untuk Vega. “Terimakasih, kak,” ucap Vega. “Aku ke depan dulu ya. Ingin bertemu keluarga Altair.” “Baiklah.” Di ruangan ini, hanya tinggal Vega sendiri. Sudah dia pastikan tidak ada orang lain di ruangan ini. Sehingga dia berani membuka ponselnya. Mengecek notifikasi pesan masuk yang dikirim untuk

