Vega mencoba menarik kopernya memasuki kediaman Altair yang baru diketahuinya ini. Sepertinya pria itu baru membeli rumah ini. Mengingat barang yang ada di rumah ini tidak begitu banyak, dan keadaan rumah ini juga terlihat baru. Vega yang tengah meneliti penampilan depan rumah ini, tersentak ketika Altair mengambil alih kopernya tiba-tiba. “Biar aku saja,” ujar Altair. Vega mengangguk kecil. “Apa barangmu hanya segini? Atau masih ada yang tertinggal di rumah mu?” “Masih ada beberapa.” Vega sengaja meninggalkannya, masih merasa bahwa dirinya akan kembali lagi ke kediamannya. “Nanti aku akan menyuruh orang mengambilnya. Supaya saat kita pindah ke Amerika, kita tidak perlu bolak balik untuk mengemas barang-barang kita.” Tapi ucapan Altair menyadarkan Vega. Iya benar, bahkan setelah men

