Vega memandang keluar jendela mobil, dia mengigit apel sebagai pengganjal perutnya malam ini. Apel yang diberikan oleh ibu Altair setelah dia datang bersama Altair ke rumah sakit tempat ayah Altair di rawat. Boston malam hari memang indah, suasana malam membuatnya mengingat kenangan lama yang memberikan kesan mengganjal di hati. Tentang pria yang menyetir di sampingnya, dan barang sedetik pun selama perjalanan, tak mau melepaskan tangannya. “Kita ke restoran dulu untuk makan malam ya,” ucap Altair. Vega mengalihkan pandangannya ke pria itu. “Pulang dari Boston public garden saja.” Altair mengangguk. “Baiklah.” Boston public garden, lokasinya berada di Downtown garden. Tempatnya bersebrangan langsung dengan Boston common. Altair mengajaknya ke sini, berdalih ingin mengajak Vega ke temp

