“Farfalla.” Gadis yang di panggil Farfalla itu langsung mematung, dua suara sedang memanggil namanya. Arinee juga mematung mendapati ia yang tidak sendirian menunggu Farfalla, sementara Haidar merasa bahagia mendapati wanita yang masih ada di hatinya juga hadir di sana. Keduanya mendekat, Arinee melangkah lebih cepat dan menarik Farfalla untuk segera menjauh dari tempat itu. Lalu Haidar yang tidak mau tinggal diam segera mengejar dua wanita itu. “La… Farfalla,” panggil Haidar. Sengaja ia memanggil Farfalla agar tidak terlalu kentara kalau ia sebenarnya juga ingin memanggil Arinee. Haidar sadar jika Arinee tidak mau lagi bertemu dengan nya, dan belum mau memaafkan dirinya, karena itulah dia memanggil Farfalla. “Ayo La, kita harus cepat. Mama sebentar lagi akan keluar.” Arinee berkata de

