Suara-suara yang berteriak yang mengatakan kalau Farfalla tidak bisa berenang semakin menghilang dari pendengaran Farfalla. Entah mengapa tubuh Farfalla tiba-tiba menjadi kaku, dan dia terlihat pasrah dengan apa yang sedang terjadi pada dirinya. Farfalla merasakan kedamaian menyelimuti hatinya dan dia mulai memejamkan mata. kemudian tangan seseorang terasa sedang menyeret tubuhnya melawan arus sungai, ada rasa kecewa mendapati hal itu, tetapi juga ada rasa bahagia yang menguar. Ternyata masih ada orang yang peduli dengan keselamatan hidupnya. “Cepat bantu gue, b******k!” umpat orang yang menarik tubuh Farfalla. Suara itu… suara yang sangat Farfalla kenal, suara yang sangat Farfalla rindukan. Itu adalah suara Alex, pria yang diam-diam dia cintai. Tubuhnya di dekap erat ke pinggir sungai

