Arinee salah besar, dia telah mengambil keputusan yang salah. Seandainya waktu ia putar kembali, maka Arinee akan tetap memilih berada di bawah asuhan Mami Aster daripada menjadi gundik Tuan Hugo. Sekarang pikirannya malah kacau, dia tidak tahu bagaimana cara supaya ia lepas dari pria itu. “Kamu tidak suka pergi dengan ku?” Hugo bertanya karena melihat wajah Arinee yang cemberut. Arinee memutar bola matanya, pria ini baik… sangat baik… dia pernah membantu Arinee menunjukkan kamar putranya yang sedang membawa Farfalla kala itu. Hugo juga memberikan dia uang yang banyak, saat menemaninya. “Kamu pernah berjanji kepadaku akan melakukan apapun untukku,” gumamnya mengingatkan Arinee akan perkataan nya. “Ya, aku tahu dan aku masih ingat itu semua,” jawab Arinee. Arinee tidak akan pernah melup

