“Sudah pulang, Mas?” Maria menyambut kedatangan Haidar yang menjemput Alex ke sekolah. Seperti biasa wanita itu menyium punggung tangan suaminya saat Haidar akan masuk ke dalam rumah. “Hmmm.” Haidar membalas dengan membelai lembut kepala Maria. Siapapun yang melihat pasti akan mengira kalau mereka adalah pasangan yang saling mencintai. “Alex kenapa masuk rumah dengan wajah di tekuk seperti itu? Apa ada yang terjadi padanya?” tanya Maria lagi. “Dia marah saat aku membawa gadis itu ke sini.” “Gadis? Gadis mana?” Maria mengedarkan pandang ke sekeliling, tidak ada gadis yang dimaksud Haidar. “Dia satu sekolah dengan Alex, tangannya terluka karena kegiatan itu. Aku akan membawanya ke dokter kulit biar tidak ada bekas jahit dan bekas luka di kulit tangan nya.” Haidar menjelaskan. “K-kenapa

