Apa yang terjadi?

621 Kata
Di sisi yang berbeda dengan suasana kebahagiaan yang tersebar di istana, ada seorang yang duduk termenung di tengah sunyinya kegelapan yang melingkupi ruangan itu. "Givana kini aku sudah menemukanmu kembali, aku akan dengan segera memilikimu karena ku tau bahwa sang pangeran laut itu sudah mengincarmu. Tunggu aku sayang"ucapnya yang dilengkapi dengan seringai. Yah dia pangeran yang berasal dari kutub bernama Surya. Ia akan mendapatkan givana dan menjadikannya sebagai miliknya tanpa mengetahui bahwa apa yang tidak diharapkan telah terjadi tanpa sepengetahuannya. Givana sudah dimiliki oleh orang yang menjadi musuh bebuyutannya itu. Kembali lagi ke sisi kerajaan Setelah darah givana dan giovart bertemu di satu titik, kejadian tak terduga pun terjadi. Tubuh vana dan gio melayang ke udara, hingga kemudian keluarlah 2 cahaya yang berasal dari jantung mereka masing-masing. Kemudian ke dua cahaya itupun bersatu membuat hadirin yang datang silau karena sinarnya. Setelah cahaya tersebut meredup mereka berdua kembali ke tempat semula, namun berbeda dengan givana yang terkulai lemah di dekapan sang Raja. "Apa yang terjadi kepada mereka berdua pendeta? Sebelumnya belum pernah terjadi seperti ini bukan? " tanya Ratu. "Maafkan hamba Yang Mulia, ini di luar kekuasaan hamba. Apa yang terjadi saat ini itu dikarenakan darah dari Putri vana mempengaruhi kekuatan mereka menjadi berlipat ganda"jelas pendeta. "Sudahlah sayang semua akan baik-baik saja dan sebentar lagi mereka akan segera bangun dalam keadaan seperti sedia kala "jawab Raja santai setelah membaringkan givana di samping suaminya itu. "Jadi kau sudah mengetahuinya sehingga kau bersikap sangat santai seperti ini? "Tanya Ratu yang ternyata tepat sasaran. "Iya, kau benar aku sudah mengetahui ini" jawab Raja menjawab pertanyaan dari sang istri. Setelah mendengar jawaban suaminya Ratu menghampiri anak dan givana yang sudah menjadi menantunya itu, hingga ia menemukan benda yang berkilau di jari keduanya. "Pendeta lantas kenapa ada cincin yang melingkar di jari keduanya? "Tanya Ratu. "Ha? Bagaimana mungkin? Jika yang satu ini aku tidak mengetahuinya"ucap sang Raja yang menampilkan ekspresi terkejutnya dan menghampiri sang Ratu. "Itulah pengikat mereka Yang Mulia, sekaligus penambah kekuatan mereka"jelas pendeta. Para hadirin merasa senang mendengarnya, karena mereka tak akan kalah lagi dengan kerajaan di kutub sana. ~ S K I P ~        'Givana'pov' Aku merentangkan kedua tanganku ketika aku merasakan badanku kaku semua. Namun seakan tersadar aku langsung terduduk tegak dari posisi nyamanku. "Bukankah awalnya aku berada di altar ya, lalu kenapa aku tiba-tiba bisa tertidur di sini tanpa mengingat apapun? Apakah aku hanya bermimpi ya menikah dengannya? Kalaupun mimpi aku akan sangat bahagia"ucapku tanpa menyadari bahwa ada sosok lain yang berada di kamar yang sama sambil tersenyum geli. "Sayangnya kau salah, karena kita sudah benar-benar menikah"ucap suara yang cukup familiar di telingaku. Dan aku menolehkan wajahku secara perlahan ke tempat suara itu berasal... Dan 'Degh.. ' "Eh eh  ngapain kamu ke sini? " tanyaku kepada sosoknya yang duduk menyandar pada sandaran kasur tepat di sampingku. "Ya ampun sayang apa perlu aku beritahu bagaimana kehidupan suami istri itu? "Tanya gio sambil memberikan senyum mengejeknya padaku. "Tak perlu"ketusku lalu bangkit untuk menuju ke kamar mandi. Namun baru beberapa langkah tubuhku tersentak ke belakang dan bibirku bertubrukkan dengan benda kenyal yang serupa. Masih belum sadar dengan keadaan yang terjadi padaku saat gio melepaskan ciuman singkat itu. Hingga... "Sayang jika kau tidak segera menyingkir dari atas badanku, ku pastikan kau tak akan bisa berjalan hingga malam nanti"ucapannya menarikku untuk segera sadar dan dengan muka merona menahan malu aku berlari menuju kamar mandi. "Kau sungguh cantik jika merona seperti itu"ucapnya yang masih dapat ku dengar sebelum menutup pintu kamar mandi. Ku sandarkan tubuh ini pada pintu yang telah ku kunci dengan rapat sembari memegang dadaku atau lebih tepatnya ke area dimana jantungku yang sedang berdetak cepat ini berada. "Ada apa denganku? Kenapa hanya dengan ciuman bisa membuat detak jantungku tak terkontrol begini"tanyaku pada diri sendiri. Tanpa sadar aku tersenyum sambil memegang bekas ciuman tadi. "Ah... Kenapa aku jadi tersenyum sendiri seperti ini"rutukku sambil melanjutkan rutinitasku yang sempat tertunda gara-gara memikirkan hal yang seharusnya tak pantas untuk masuk di pikiranku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN