“Ayo turun!” Mengulurkan tangannya supaya disambut oleh Evelyn. Mendapati Evelyn hanya diam saja mengusik sisi jahil Ethan sehingga dengan sengaja mendekatkan wajahnya hingga nyaris menyentuh daun telinga. “Jangan katakan kalau energimu terkuras habis karena permainan panas kita,” Ucap Ethan parau karena seperti ini saja sudah membuat sesuatu dibawah sana meminta untuk kembali merasakan kehangatan. Mendorong tubuh Ethan dan karena tidak hati-hati kepalanya membentur dinding pintu mobil membuat Ethan merintih kesakitan mengingat benturan tersebut mengenai tepat dibagian bekas jahitan. “Maafkan aku Ethan. Sakit yah? Kemarilah, biar ku periksa dulu lukamu,” Akan tetapi Ethan bersikeras tidak mau meskipun Evelyn coba memaksa. Bukan karena ia mengabaikan lukanya akan tetapi lebih

