Bab 17. Si Bengis Lard Kleir

1161 Kata

Beberapa jam sebelum para pengendali pasir sampai di kediaman Nenek Tin, Arden dan lainnya berkumpul di ruang makan. Mereka berdiam diri saling menatap. Arden yang memiliki strategi untuk melarikan diri mulai membuka mulutnya. “Bagaimana Nenek Tin, di mana kita bisa pergi dari sini?” tanya Arden. Nenek Tin menatap para tamunya. Hatinya bergemuruh rasa bersalah, sebab cucunya itu berbuat hal yang tidak terpuji dan sekarang entah pergi kemana. “Ada satu pintu bawah tanah yang akan membawamu keluar dari Desa Archer menuju barat." Mendengar itu, telinga robin terangkat. “Kebetulan sekali tujuan kami memang ke arah barat.” Arden melirik Lucy. Penyihir putih memberi senyum singkatnya dan mengangguk seakan tahu apa yang ada di dalam pikiran Arden. Ia sedikit menoleh pada Emily yang juga men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN