Melangkah cepat ke arah kamarnya sendiri. Barel berhasil masuk walau napasnya masih terengah-engah. Perempuan assassin ternyata lebih berbahaya dari yang ia kira. Beruntung racun yang sempat ia minum tadi berhasil disembuhkan efeknya. Ia tidak akan membayangkan bagaimana jika dirinya mati dengan keadaan seperti itu. “Kenapa kau?” Justin mengamati Barel yang terkejut akan dirinya. Dahinya mengerut merasakan hal tersebut. Barel terlihat kikuk dan aneh saat dirinya tatap. Justin pun berdiri dan mencoba menghampiri, tapi Barel seakan memghindar. “Kau tidak melakukan suatu hal yang aneh bukan?” Barel segera menggelengkan kepala. “Mana mungkin aku melakukan hal tersebut.” Namun, Justin tidak percaya. Barel adalah orang yang sangat ekspresif dan kejujurannya sangat terlihat jelas dalam ekspres

