Clara berjalan dengan cepat menuju peternakan ayahnya sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk tiba di sana. Sesampainya di sana, dia mencari pegawai yang sudah terbiasa menyisihkan darah hewan untuknya setiap hari. Pegawai itu mengernyit heran ketika dia mendengar Clara memintanya untuk mengambilkan darah lagi. Menurutnya inilah pertama kali Clara meminta darah hewan sampai dua kali dalam sehari karena biasanya tidak seperti ini. Meski demikian tentu dia tetap memenuhi permintaan Clara yang tidak lain adalah putri dari majikannya. Clara menunggu dengan gusar, berkali-kali dia berdecak kesal karena tidak kunjung melihat kedatangan pegawai itu. Ketika akhirnya pegawai itu muncul, Clara bergegas menghampirinya dengan wajah sumringah. “Hm, Nona, tumben anda meminta darah hewan sam

