Tamara Pov
Senang sekali bisa berbulan madu dengan Max. Rasanya aku seperti cinderella yang mendapatkan seorang pangeran yang tampan seperti suamiku. Kami sekarang berada di tepi pantai. Menikmati udara yang sejuk & pemandangan laut yang sangat indah. Kami saling berlarian di bibir pantai dan bercanda penuh tawa seakan dunia hanya milik kami berdua
" Aku tidak pernah sebahagia ini sayang" Max menyingkirkan rambut yang menutupi wajahku & kemudian aku bersandar didadanya yang bidang sambil menikmati matahari yang terbenam
" Aku juga Max. Sejak kecil aku selalu bermimpi menikah dengan pangeran yang tampan"
" Akhirnya impianmu menjadi kenyataan sayang" Max mencium bibirku dengan mesra & dia menggendongku ke dalam kamar.
Setelah sampai kamar Max merebahkanku diranjang sambil membuka kancing bajuku & aku juga membuka kancing bajunya. Setelah kami berdua tidak memakai apapun, Max naik ke ranjang & mencium bibirku dengan mesra.
***
1 minggu kemudian
TAMARA POV
Seminggu setelah kami berbulan madu, aku tinggal di apartemen suamiku.
" Sebaiknya kamu berhenti bekerja dikantor" Max mengenakan baju kerjanya & aku memasangkan dasi favoritnya
" Kenapa melarangku bekerja?" Aku mengerutkan kening sambik menatapnya
" Karena kau istriku sayang. Aku hanya ingin kau melayaniku" Max mengecup keningku & memelukku erat
" Baiklah kalau itu maumu. Bagaimana dengan Tiara & Bastian?"
Aku sangat mengkhawatirkan mereka berdua karena aku sudah lama tidak masuk kerja
" Kau tenang saja, soal mereka aku yang akan membereskannya" Max meyakinkan semuanya akan berjalan baik
***
Max Pov
Hari ini aku kembali bekerja seperti biasanya seolah - olah tidak terjadi apa - apa. Semua karyawan menyapaku & ada yang terkejut melihat kedatanganku
" Pak Max! Syukurlah anda kembali bekerja" Nia menyambutku & memberikan berkas penting yang harus aku tanda tangani
"Bagaimana keadaan kantor selama aku tinggal?"
Aku mendengarkan penuturan Nia yang sedang memberikan info sesaat aku tidak ada dikantor. Tiba - tiba Bastian muncul dengan wajah yang datar tapi aku tau arti dari diamnya
" Kemana saja kau selama ini? Semua orang sibuk mencarimu!" Aku mempersilakan Nia untuk kembali ke ruangannya & aku menatap bastian yang duduk didepanku sambik menghisap rokok
" Sejak kapan ada aturan kau boleh merokok diruanganku?" Aku tidak suka dengan sikap menantang Bastian yang aku kenal sejak kecil dulu
" Aku tidak peduli dengan omelanmu! Aku hanya ingin tau dimana perempuan udik itu kau sembunyikan" aku tidak menyangka Bastian akan berfikir sejauh itu
" Mengapa kau sangat peduli dengan Tamara?" Aku sengaja memancingnya agar aku tau maksud perkataannya
" Aku rasa percuma saja bertanya denganmu toh kau tidak ingin kehilangannya seperti kehilangan Erika"
kemudian dia bangkit dari duduknya & meninggalkan ruanganku. Aku benar - benar kesal dengannya. Apa maksudnya menghubungkan dengan Erika. Dia sengaja menyiksaku agar aku merasakan penyesalan karena telah mengkhianati Erika
Tamara Pov
Seharian aku membersihkan apartemen Max. Aku tidak menyangka akan secapek ini apalagi ruangannya sangat besar. Saat aku merapikan buku - buku di lemarinya, tiba - tiba ada yang terjatuh. Saat aku memungutnya tiba - tiba aku melihat foto Max dengan seorang wanita yang sangat cantik. Jatuhlah air mataku mengetahui Max bersama wanita lain. Aku merasa dikhianati. Apakah ini karma yang harus aku terima karena merebut Max dari tiara?
Tiba - tiba terdengar suara ketukan & aku langsung menghapus air mataku. Aku menuju ke arah pintu untuk membukakan. Aku langsung terperanjat begitu tau siapa yang ada didepanku
" kamu siapa? Kenapa ada di apartemen Max?" Wanita itu persis seperti yang ada di foto. Aku bingung harus menjawab apa & akhirnya aku bertanya balik kepada wanita itu
" Anda siapa?" Sepertinya wanita tidak suka dengan pertanyaanku & akhirnya dia pergi tanpa menjawab pertanyaanku
Oh Tuhan....kenapa perasaanku tidak enak dengan kedatangan wanita itu yang mencari suamiku. Semoga tidak akan terjadi apa - apa dengan pernikahanku
Erica Pov
Aku masih bingung kenapa ada wanita di apartemen Max. Apa jangan - jangan wanita itu kekasih Max? Tetapi rasanya tidak mungkin melihat pakaian wanita itu yang seperti pembantu. Aku yakin Max masih mencintaiku meskipun 6 tahun aku berpisah dengannya karena kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku.
Tetapi Tuhan menyelamatkanku meskipun aku terbaring koma selama 5 tahun sampai akhirnya aku sadar & memulihkan kondisiku hingga aku memberanikan diri untuk bertemu Max. Rasanya aku harus mencarinya di kantor. Semoga aku bisa bertemu dengannya
Max Pov
Seharian aku merindukan Tamara. Aku ingin menghubunginya tetapi hari ini jadwalku begitu padat. Tiba - tiba Bastian mengirimkan pesan padaku katanya aku harus turun sekarang. Aku tidak mengerti apa maksudnya. Hingga akhirnya aku turun ke bawah & menuju lobby hingga akhirnya aku bertemu dengan Erika
" Max!!" Erika berlari ke arahku & memelukku dengan kencang sedangkan aku hanya bisa terpaku tanpa bisa berkata apapun
" Max, maafkan aku karena terlalu lama meninggalkanmu. Aku bisa menjelaskan semuanya" Aku tidak tega melihat Erika bersedih apalagi dia masih istri sahku. Akhirnya aku membawanya ke ruanganku & dia menceritakan semua selama 6 tahun ini
" Max, aku tadi ke apartemen mu & bertemu seorang wanita yang aku pikir pembantumu" aku benar - benar shock karena Erika bertemu dengan Tamara. Semoga Tamara tidak berpikir yang macam - macam soal Erika
" Dimana kamu sekarang tinggal" aku harus mencari cara agar Erika bisa mengerti dengan keadaanku yang sekarang
" Aku tinggal dirumah orang tuaku"
" Baiklah kalau begitu sekarang kita kerumah orang tuamu”
Erika sangat senang aku kerumahnya padahal didalam hatiku aku hanya ingin cepat pulang bertemu Tamara
***
Tamara Pov
Sudah jam 11 malam suamiku belum pulang. Aku sangat mengkhawatirkannya. Semoga dia baik - baik saja. Tiba - tiba ada yang mengetuk pintu. Aku langsung membuka pintu & sangat terkejut melihat bastian yang tersenyum penuh arti
" Darimana kau tau aku disini?"
Tanpa permisi Bastian langsung masuk kedalam apartemen dan duduk di sofa tanpa rasa bersalah padahal aku tidak menpersilakannya untuk masuk
" Max yang menyuruhku kesini. Katanya tidak usah menunggunya pulang" Jadi dia sudah tau hubunganku dengan Max. Aku benar - benar malu telah merebut suami orang
" Kenapa kau tertunduk seperti itu?" Bastian heran dengan tingkahku & dia langsung mendongakkan wajahku dengan tangannya.