Ketua OSIS

1183 Kata
Ruang OSIS sedang sepi saat itu, hanya ada dua pelajar di dalamnya yang saat ini sedang melakukan tindakan terlarang. Asami sang ketua OSIS duduk di atas meja dengan bawahan yang telah dilucuti, rok yang dia kenakan tergeletak di lantai sementara celana dalam miliknya tergantung di ujung kaki kanannya. “Aaahhg mmmmhhh...” desahan tertahan gadis itu terdengar berirama dengan kenikmatan yang dia rasakan saat vaginanya dikacaukan oleh p***s partnernya. Rifat mengangkat sedikit lebih tinggi pinggul Asami dan kemudian mempercepat gerakan pinggulnya membuat Asami semakin kesulitan menahan suara desah yang dia timbulkan. Namun kedua kaki gadis berkacamata itu semakin kencang mengikat pinggir Rifat menandakan jika dia menginginkan lebih. Rifat dapat dengan jelas keinginan Asami dari wajahnya yang sebentar lagi akan mencapai klimaks, namun karena tidak ingin semua berakhir dengan cepat membuat Rifat menurunkan kecepatan pinggulnya. Rifat kemudian mengusap lembut seragam yang dikenakan oleh Asami, seragam ketat karena menahan d**a Asami masih begitu rapi karena belum tersentuh samasekali oleh pemuda itu. Perlahan Rifat membuka suatu persatu kancing seragam Asami yang dimulai dari jas hitam lalu kemeja putih hingga akhirnya Rifat dapat melihat bra hitam Asami yang menahan d**a besar gadis itu. Asami tidak dapat menahan suara desahannya saat Rifat mulai dengan seenaknya menikmati payudaranya. Asami meringis nikmat saat Rifat menghisap kuat putingnya, sementara tubuh gadis itu kejang dengan hebat ketika Rifat meremas kedua payudaranya. Asami terpaksa menutup rapat mulutnya dengan kedua tangan agar desahannya tidak terdengar hingga ke luar ruangan. Rifat tersenyum mengejek saat melihat wajah gadis yang tubuhnya sedang dia nikmati, dengan cepat Rifat menyingkirkan tangan Asami dari mulutnya agar dapat mendengar suara m***m gadis itu, tapi Asami bersikeras hingga dia menggigit bibir bawahnya agar mulutnya tidak terbuka. “Oh ayolah aku ingin mendengar desahan sexy darimu seperti saat kita melakukannya di hotel.” Rifat kembali mempercepat gerakan pinggulnya tapi Asami bersikeras diam. Merasa kesal Rifat segera mencengkeram erat pipi Asami “Kita lihat seberapa keras kepalanya kau.” Rifat terus meningkatkan kecepatan pinggulnya membuat Asami kewalahan. Meja yang diduduki ketua OSIS itu mulai bergoyang tidak lagi Sekokoh sebelumnya, suara benturan antara kulit keduanya semakin keraa menimbulkan irama erotis. “Gahhh…. Fu*k… ” karena diserang oleh kenikmatan secara bertubi-tubi membuat Asami tanpa sadar memaki, mendengar itu senyum lebar terbentuk di wajah Rifat seolah dia benar-benar puas mendengar gadis itu mengatakan perkataan kasar. Sementara karena malu wajah Asami menjadi merah padam. “Akhirnya ku menjadi gadis sama seperti yang aku tiduri Minggu lalu.” Rifat tersenyum mengejek, “Shut up...” Asami membentak karena merasa benar-benar dipermainkan oleh pemuda itu. Selanjutnya Asami merasa telah begitu jatuh dalam kendali Rifat, setiap belaian lembut dari Rifat membuatnya merasa begitu tenang hingga hentakan keras yang membuatnya merasa dilempar hingga kepuncak. Bahkan saat Rifat mencium bibir Asami hal yang sebelumnya selalu dilarang saat ni dapat Rifat lakukan dengan bebas. “Aku pikir sudah saatnya untuk mengakhiri, apa tidak apa jika aku mengeluarkan di dalam.” sambil terus menggoyangkan pinggulnya Rifat meminta izin Asami. “Tidak apa, aku sudah minum pil yang sebelumnya kau sarankan.” jawab Asami yang sedang mengagumi d**a Rifat yang begitu terlatih. “Tidak akan menjadi masalah jika begitu.” Setelah mendapatkan izin dari Asami, Rifat segera menghujam miliknya begitu dalam membuat Asami melonjak kaget, selanjutnya kenikmatan yang luar biasa dirasakan gadis itu saat cairan panas mulai memenuhi rahimnya. Kaki Asami melingkar ketat di pinggul Rifat menandakan jika dia ingin agar batang kenikmatan itu mencapai bagian yang lebih dalam sari dirinya. “Oh fak this so friking God!.” desah Asami menikmati klimaks dari permainan Meraka. *** Beberapa saat setelah berhasil menikmati puncak, keduanya masih dalam posisi sama hingga. “Menyingkir dariku.” dengan ketus Asami menendang Rifat hingga terdorong mundur dan memisahkan keduanya. “Hoho kenapa tiba-tiba menjadi begitu galak setelah apa yang telah kita lakukan?.” “Diam jaga mulutmu, aku akan membunuhmu jika seseorang tau apa yang kita lakukan di sini.” ancaman Asami. Setelah puas melakukan hubungan intim dengan Rifat, Asami kembali lagi dengan sikapnya sebagai ketua OSIS yang tegas. Sementara itu Rifat nebelan ludahnya saat melihat Asami yang begitu kacau karena perbuatannya. Gadis dengan seragam sekolah tanpa rok dan cd yang tergantung di kaki, sementara bajunya begitu terbuka hingga kedua payudaranya keluar dari bh, lalu yang terakhir adalah v****a gadis itu yang mulai mengeluarkan cairan putih pekat yang tidak lain berupa s****a milik Rifat sendiri. “So sexy.” ucap Rifat sambil mengabadikan momen itu dengan memotretnya di handphone. Saat Rifat memperlihatkan hasil jepretannya pada Asami seketika membuat gadis itu malu sebelum akhirnya mengancam akan membunuh Rifat jika foto itu tersebar. Beberapa menit kemudian keduanya sudah membersihkan jejak perbuatan mereka, Asami yang sebelumnya terlihat kacau telah berubah drastis menjadi gadis sekolah berkacamata yang terlihat sangat tegas. Setelan dirasa jika semua telah beres dan bersih, Rifat berniat untuk keluar dari ruang OSIS sementara Asami masih tetap tinggal dikarenakan ada hal yang masih belum dia selesaikan. “Hey Asami, aku pikir rambut di sekitar selangkanganmu benar-benar luar biasa, itu membuatmu terlihat luar biasa.” sebelum Rifat keluar dari ruangan dia mencoba memuji ketua OSIS itu. “Cih, apa yang kau katakan cepat pergi dari hadapanku.” balas Asami dengan ketus, namun dapat terlihat jelas senyum tipis dibibir gadis itu yang menandakan jika dia senang dipuji oleh Rifat. Setelah kepergian Rifat, Asami segera menghentikan pekerjaannya, dia kemudian segera melepas kanci rok dan mendapati celana dalam yang dia kenakan telah banjir akibat s****a milik Rifat yang terus keluar dar srabi miliknya. “Jeesss… benar-benar sangat disayangkan.” Asami kemudian mengambil sebuah gelas yang dia gunakan untuk menampung s****a yang terus menetas, hingga saat dia merasa jika tidak ada lagi yang tersisa Asami mulai dengan penuh nikmat meminum s****a yang telah dia kumpulkan. “Mmmhh… begitu kuat.” gumam Asami setelah menghabiskan minumannya. “Beruntung aku memiliki partner yang sempurna.” Asami kembali teringat kejadian Minggu lalu yang membuat dirinya dan Rifat menjadi teman s*x. Saat itu 0ara anggota OSIS tengah mengadakan acara di sebuah restoran, yapa sadar acara itu berubah menjadi ajang minum, akhirnya waktu berjalan begitu cepat hingga tanpa sadar malam menjadi begitu larut. Setelah itu seperti yang dibayangkan, Rifat mengantar Asami yang mabuk berat namun bukan menuju rumah melainkan sebuah hotel. Awalnya Asami ragu karena itu adalah pertama kali untuknya, namun setelah merasa skill dan perkataan manis Rifat membuat Asami akhirnya menyerahkan keperawanannya pada pemuda itu. Hingga saat ini keduanya baru melakukan dua kali walaupun sudah sejak beberapa hari lalu Asami begitu menginginkannya, tapi ego perempuan itu menahan agar tidak memintanya lebih duluan. Walaupun terlihat acuh sebenarnya Asami begitu bahagia saat akhirnya Rifat meminta padanya untuk berhubungan seks. *** Sementara itu setelah keluar dari ruang OSIS, Rifat berjalan menuju kelasnya, namun kakinya terhenti saat melihat di salah satu ruangan dia melihat gurunya tengah menikmati istirahnya. Rifat kemudian menghampiri gurunya dan bertanya apakah di memiliki waktu. Diberi pertanyaan seperti itu guru wanita itu wajahnya langsung memerah seorang mengerti tujuan Rifat bertanya. Dia tidak menjawab dan hanya memberikan tatapan menggoda pada siswa didepannya. Merasa jika ibu guru juga menginginkan hal yang sama Rifat kemudian segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Tidak lama kemudian setelah pintu di tutup terdengar suara erangan dari dalam ruangan itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN