Sahabat- sahabat Sandra masih terus mendatangi makam sampai seminggu sejak kematiannya. Makamnya selalu penuh bunga baru setiap hari. Kara datang sebelum memulai aktifitasnya, Kinan setelah mengantar Raihan sekolah sedangkan Samuel di sela- sela pekerjaannya diluar. Mereka tak pernah sadar bahwa mereka akan kehilangan Sandra secepat itu. Sepertinya baru kemarin mereka berkenalan dengan wanita itu. Kenangan bersama wanita itu masih terasa hangat seperti baru saja terjadi kemarin. Senyum, tawa, canda, bahkan teriakan wanita itu masih terus membekas diingatan sahabat- sahabatnya. “Ada beberapa wartawan di depan pemakaman.” Petra berbisik pada Karin yang berdiri di sebelahnya, Kara tengah berjongkok di samping makam dan menabur bunga setelah sebelumnya berdoa untuk ketenangan wanita itu. S

