CHAPTER EMPAT PULUH SATU

1587 Kata

Sahabat- sahabat Sandra masih terus mendatangi makam sampai seminggu sejak kematiannya. Makamnya selalu penuh bunga baru setiap hari. Kara datang sebelum memulai aktifitasnya, Kinan setelah mengantar Raihan sekolah sedangkan Samuel di sela- sela pekerjaannya diluar. Mereka tak pernah sadar bahwa mereka akan kehilangan Sandra secepat itu. Sepertinya baru kemarin mereka berkenalan dengan wanita itu. Kenangan bersama wanita itu masih terasa hangat seperti baru saja terjadi kemarin. Senyum, tawa, canda, bahkan teriakan wanita itu masih terus membekas diingatan sahabat- sahabatnya. “Ada beberapa wartawan di depan pemakaman.” Petra berbisik pada Karin yang berdiri di sebelahnya, Kara tengah berjongkok di samping makam dan menabur bunga setelah sebelumnya berdoa untuk ketenangan wanita itu. S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN