Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam saat Karin masih sibuk menggulung rambut Kara. Kara menatap cermin di depannya, wajahnya sudah full make up hasil keterampilan Karin. “Harusnya aku tidur saja.” Keluhnya. Ia tidak memungkiri bahwa seluruh tubuhnya terasa sakit dan tulang- tulangnya seperti remuk. Kara dan yang lainnya sudah mengakhiri tour promo filmnya tadi sore di sebuah bioskop. Kini, mereka mengadakan gala dinner di ballroom hotel untuk menghargai kerja keras para pemain dan kru yang bertugas, juga merayakan penonton terbanyak dipenayangan perdana di tahun ini. “Mau ku pesankan tiket untuk pulang besok? Sutradara dan beberapa orang juga sepertinya akan naik pesawat.” Kata Karin. Ia melihat Kara mengeleng pelan.

