CHAPTER 40

1201 Kata
Kantin terasa lebih ramai dari biasanya. Entah apa yang terjadi, tapi dari raut wajah dan gelagatnya, siswa-siswi SMA Rajawali semuanya nampak memasang wajah yang penasaran. Gerak-gerik mereka yang nampak menoleh ke kanan ke kiri bahkan apa juga yang memutari kantin jelas saja membuat Qila dan Gladis langsung paham dengan apa yang mereka lakukan. Mereka sedang mencari seseorang. Dan orang yang berpotensi dicari itu adalah si anak baru. "Ini pada kenapa sih, aneh banget deh anak-anak," celetuk Gladis menjadi kesal sendiri melihat banyak sekali siswa-siswi yang berkeliaran di sekitarnya. Bukan apa-apa, tapi mereka semua nampak mengganggu. Mereka bahkan sepertinya tak ada yang berminat untuk duduk dengan tenang di mejanya. Seperti apa yang biasa siswa-siswi lakukan di hari biasanya. "Ini nih, pasti gara-gara si anak baru itu. Emang sialan banget itu anak, baru masuk sekolah pertama kali aja udah banyak ngebuat gue terganggu, gimana kalo nanti-nanti, pasti lebih parah nih," lanjut gadis itu lagi merasa kesal. Sementara Qila, gadis itu hanya diam saja. Mengawasi siswa-siswi yang berlalu lalang di sekitarnya. Kenapa mereka nampak seantusias ini demi melihat si anak baru? Apa benar si anak baru itu nampak sangat cantik? Iya sih, kalo kata Fikri si anak baru itu mempunyai wajah yang ke bule-bule an ditambah lagi bodynya yang bak gitar spanyol itu. Mungkin saja, banyak yang ingin bertemu dengan si anak baru itu. "Qila, kenapa lo?" tanya Gladis dengan pelan karena merasa Qila sama sekali tak menyahuti perkataannya. Tak mau membuat Gladis khawatir, Qila yang mendengar pertanyaan itu sontak saja menoleh menatap Gladis dan tersenyum kearah sahabatnya itu. "Gak apa-apa Dis," jawabnya seadanya. "Oh ya, lo udah lihat postingannya aku gosip SMA Rajawali belum? Dengar-dengar, fotonya anak baru itu udah dirilis, emang dia secantik itu ya?" tanya Qila kemudian dengan penasaran. Gladis kini menjadi paham hal apa yang membuat Qila tadi sempat terdiam. Jawabannya adalah gadis itu berfikir mengenai si anak baru itu. Sekedar informasi saja, Gladis memang mengikuti akun gosip SMA Rajawali karena dia jugalah merupakan salah satu dari siswa-siswi SMA Rajawali yang sangat update dengan hal-hal yang sedang ramai di SMA Rajawali. Maka dari itu, Qila menanyakan hal ini kepada Gladis. Karena mungkin menurut Qila, Gladis sudah melihat postingan itu. Tapi pada kenyataannya belum sama sekali. "Belum Qil," jawab Gladis apa adanya. "Gue jujur aja emang sengaja gak buka sosmed apa-apa sih demi menghindari melihat berita itu, gue gak pengen lihat mukanya dia. Takut aja gitu kalo gue kebawa emosi, bisa gue bawa ke dukun itu foto buat gue santet dia," lanjut gadis itu menggebu-gebu dengan ekspresi yang menurut Qila itu sangat lucu. Qila dibuat tertawa karenanya. "Ya yang jelas sih, pokoknya kan kalo kata lo itu dia wajahnya rada bule-bule gitu, terus bodynya oke banget kaya gitar spanyol, udah sebatas itu aja sih yang gue tau Qil," tambah Gladis lagi membuat Qila menganggukkan kepalanya paham. Karena merasa tak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Gladis, Qila memutuskan untuk mencari jawabannya sendiri lewat siswa-siswi yang dia kenal dan yang sedang berlalu-lalang di sekitarnya. Oh ya, Qila sebenarnya kan juga bisa langsung saja melihat wajah si anak baru itu di hp nya sendiri, namun Qila tak mau melakukannya karena gadis itu sendiri sebenarnya lebih penasaran dengan pemikiran orang-orang tentang si anak baru itu. Apakah menurut mereka si anak baru itu cantik, dan sebagainya. "Andi, Tina!" panggil Qila kepada sepasang muda-mudi yang sedang berjalan bersama itu. Sekedar informasi saja, Andi dan Tina sebenarnya bukanlah sepasang muda-mudi yang menjalin suatu hubungan, mereka hanyalah sepasang muda-mudi yang any bersahabat dekat. Tapi rahasia yang hanya di ketahui oleh Qila saja adalah, mereka berdua sebenarnya sama-sama memiliki perasaan kepada mereka masing-masing. Namun belum ada yang mau mengungkapkan perasaannya. Ah soal ini, Qila berniat untuk membantu mereka nanti. Tunggu sebentar lagi, sayangnya saat ini Qila sedang dalam kondisi yang tak memungkinkan untuk membantu mereka. Qila sedang berada di dalam suatu masalah yang nampak sangat menjeratnya. Andi dan Tina menoleh ketika Qila memanggil mereka. Keduanya dengan kompak langsung berjalan menghampiri Qila tanpa bertanya sebelumnya. Begitu sampai di depan Qila, Tina tiba-tiba memeluk Qila sekilas. Itu kebiasaan gadis itu. "Gimana kabar Qil? Udah lama gak ketemu, gak pas-pasan juga kita di jalan atau koridor gitu," celetuk Andi bertanya dengan akrabnya. "Kabar baik gue Di," jawab Qila dengan santai. "Lo sama Tina sendiri gimana?" tanya Qila balik. Andi dan Tina melirik satu sama lain, kemudian mereka kembali menatap Qila. "Kabar baik juga kita," jawab mereka bersamaan. Qila terkekeh di buatnya. "Oh iya, ada apa lo manggil kita? Ada urusan atau gimana?" tanya Tina kemudian langsung to the point. "Gue sama Andi lagi mau lihat anak baru soalnya. Kita cari-cari disini tapi kok belum ketemu juga ya, lo ada lihat gak?"katanya beruntun membuat Qila hanya tersenyum saja menanggapinya. "Nah, justru itu yang mau gue tanya ke lo berdua," ujar Qila membuat Andi dan Tina sontak saja menjadi bingung. "Lah? Kenapa tanya soal itu ke kita? Kita aja masih nyari anak baru itu. Qil, kita gak tau apa-apa loh," jawab Andi mewakili. "Bukan soal itu Di, tapi soal mukanya anak baru itu. Kalian udah tahu? Maksudnya, udah lihat di foto yang katanya udah di posting sama akun gosip SMA Rajawali?" ujar Qila memperjelas pertanyaannya. "Ohh," Andi dan Tina secara kompak berseloroh. "Kalo soal itu sih kita udah lihat," jawab Tina yang mendapatkan anggukan setuju dari Andi. Qila tersenyum. Bagus, dia bisa bertanya sekarang. "Emangnya bener ya Di, Tin, kalo anak baru itu cantik?" tanya Qila kemudian. "Nah, ini nih Qil yang sekarang ini jadi perdebatan," ujar Andi dengan semangat. Qila dibuat bingung karenanya. Apa yang diperdebatkan? Sementara Gladis yang sedari tadi hanya diam, gadis itu juga nampak menjadi kepo sendiri. "Apa yang diperdebatkan?" tanya Qila. "Lah? Lo juga belum tahu soal ini Qil? Parah banget sih, banyak ketinggalan berita lo mah," celetuk Tina. "Jadi nih ya, di di postingan gosip SMA Rajawali, fotonya si anak baru itu, wajahnya dia kaya ada bule-bule nya gitu. Bodynya juga oke banget lah pokoknya. Tapi yang bikin gagal fokus adalah caption yang di pake. Masa tulisannya kaya 'jangan tertipu hanya dengan foto' kan ambigu ya," jelas Tina mengawali. "Nah terus juga nih ya, yang paling jadi perdebatan adalah wajah asli si anak baru itu. Ada beberapa orang yang udah ketemu langsung sama si anak baru pagi tadi, mereka kaya shock waktu lihat muka aslinya, kaya jauh dari fotonya gitu loh. Terus, anak-anak yang udah lihat muka aslinya si anak baru itu langsung aja deh kasih kabar di grup chat gosip SMA Rajawali, dan karena itulah, banyak anak-anak yang jadi penasaran sama mukanya. Makanya, begitu denger bel istirahat, anak-anak pada langsung lari-larian keluar kelas," kini giliran Andi yang menjelaskan panjang lebar. Gladis nampak shock mendengar ceritanya. Jadi seperti itu? Ah, mungkin Gladis akan mendapatkan kebahagiaan setelah ini. Kebahagiaan untuk menjatuhkan si anak baru itu. Agar si anak baru itu tak berani macam-macam dengan Qila, sahabatnya. "Lah, terus kenapa mereka ke kantin, kenapa nggak ke kelasnya aja?" tanya Qila penasaran. "Ya anak-anak sih udah pada kesana Qil, cuma si anak baru itu udah gak ada di kelas, katanya sih udah pergi sama Ghea itu loh, yang sahabat lo itu," jawab Tina apa adanya. "Ghea bukan sahabat Qila lagi! Qila cuma sahabat gue doang sekarang!" tukas Gladis menyahut dengan nada galaknya. Dan kini, giliran Andi dan Tina yang dibuat terkejut karenanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN