Nama Panjang

2274 Kata

Seperti secarik kertas yang membelenggu pada rasa itu. Kita terdiam dalam semu yang masih sama. Memimpi pada pekat yang sama, lalu menemukanmu pada kolom yang senyawa. *** Altair sudah kembali ke apartemen Lea. Tadi--setelah menemukan banyak kejutan yang Lea perlihatkan, dia benar-benar terlonjak atas semua itu. Hingga rasanya Altair tidak tahu harus berkomentar apa. Semuanya terlalu membingungkan. Dia bahkan tidak pernah mengira bahwa Lea, harus melewati semua itu sendiri. "Hei, kenapa wajahmu seperti itu?" kekeh Lea ketika mereka sudah berada di apartemen. Lea berlalu untuk mengambil sebotol minuman, sementara Altair sudah merebahkan diri di atas sofa. "Minum dulu, kau terlihat punya banyak pertanyaan." sambung Lea lagi. Meminum air yang diberikan Lea, Altair pun angkat dari dudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN