Nembak Duluan

1325 Kata

Semilir angin siang dari pepohonan di lingkungan sekolah membuat rambut Dinda melambai-lambai. Gadis itu sedang duduk berdua dengan Angga di bangku taman sekolah, di bawah pepohonan rindang. Tempat itu biasanya digunakan untuk anak-anak yang mengerjakan tugas dan belajar. Tak jauh beda dengan yang Dinda lakukan saat ini. Sejak hari itu, namanya belum kembali bersih setelah penemuan barang terlarang dari tasnya. Di kelas, di kantin atau di mana pun, banyak teman-teman yang menatapnya tak suka dan memilih menjauh dari Dinda. Bahkan teman-teman yang dulunya sering meminta diajari pelajaran dari Dinda, ikut menjauh hanya karena alasan dan tuduhan yang belum tentu benar. Jika dulu banyak yang mengeluh karena ingin satu kelompok dengan Dinda, kini mereka menolak gadis cantik dan kutu buku itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN