Arimbi pulang naik taksi. Awalnya dia mau naik angkutan umum. Tapi, dia belum hafal jurusannya. Sementara jika naik taksi, hanya sekali naik saja dan langsung ke tempat tujuan. Itu pun dia baru ingat, kalau Nyonya Agni tadi pagi memberinya uang saku untuk dia gunakan selama satu Minggu ke depan. Jika tidak punya uang, dia tidak berani naik taksi. Saat ini hatinya terasa sakit. Dia dituduh cari perhatian pada Azkal oleh beberapa mahasiswi di kampus. "Dasar, sok cari perhatian lo." "Muka sok cantik aja, lo gunain buat cari muka." "Heh, lo itu anak baru di sini. Jangan cari gara-gara deh, buat deket-deket sama Kak Azkal." "Jangan mentang-mentang lo tadi keserempet mobil Kak Azkal, lo bisa seenaknya aja deketin dia." Itu adalah beberapa cacian dari mereka. Arimbi saat itu hanya bisa men

