21. Isakan Rindu

1061 Kata

Azkal tersenyum senang. Dia yakin yang menepuk pundaknya itu adalah gadis yang dia tunggu. Yaitu Arimbi. Namun ternyata dia kecewa. "Ma-mama," ucapnya dengan terbata. "Kamu kenapa? Kok, kayak kaget gitu ngeliat Mama? Terus, kamu lagi ngapain di sini?" Mamanya langsung memberondong pertanyaan. "Euuuhhh, aku nggak apa-apa kok, Ma. Aku abis nganterin temen barusan. Heee," jawab Azkal mencari alasan. "Oh ... Teman kamu abis nengokin, ya. Oh ya, teman kamu cewek atau perempuan?" "Kita masuk dulu yuk, Ma. Masak ngobrol di luar," ajak Azkal dan memboyong sang Mama masuk ke apartemennya. "Hayuk ... Oh ya, ini Mama bawa buah pir, kayu manis sama cengkeh buat obat flu sama tenggorokan kamu." Sang Mama membawa semua itu ke dapur. Namun hidungnya menci*m bau masakan. Dia pun tercengang dengan ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN