Setelah makan siang Tara dan Wulan kembali ke kantor. Tara tersenyum tipis begitu menemukan Dania masih berada di tempatnya, masih sama sibuknya seperti tadi pagi. Wanita itu menoleh saat Tara duduk kembali di tempatnya dan memberikan senyum pada Tara, sedang Tara membalas senyumnya sekilas. Tara memang tak menyukai Dania, namun tak mau membuat suasana di tempat kerja menjadi semakin tidak enak hanya karena masalah pribadi mereka. “Gimana makan siangnya, Mbak?” Dania mencoba berbasa-basi. Tara mengukir senyum pada wajahnya. Melihat wanita di sampingnya itu semakin membuat Tara merasa jijik. Apalagi setelah mengetahui merampas kebahagiaan orang lain adalah kegemaran wanita itu. Sungguh mengerikan, dibalik senyum dan wajah cantiknya, wanita itu memiliki sikap menghancurkan dunia dan kebaha

