Pagi tiba dengan begitu cepat. Tara tengah membantu ibu mertuanya saat Abimanyu menuruni anak tangga dan berjalan ke arah mereka. Secara tiba-tiba Abimanyu menghentikan langkahnya saat berdiri di dekat meja makan yang bisa melihat langsung ke arah dapur yang tersambung pada ruang makan. Hanya ada kitchen bar yang memisahkan dua ruang itu. Di sana, Tara tampak bahagia, wajah yang tak pernah lagi ia tunjukkan pada Abimanyu. Senyum dan canda tawa yang bukan lagi miliknya. Tanpa sadar, Abimanyu berdiri terpaku sembari menatap pemandangan menyesakkan d**a itu. Apa yang terjadi pada mereka? “Abi … ngapain kamu malah berdiri bengong di sana?” Pertanyaan Sang ibu membawa Abimanyu kembali ke alam nyata. Lelaki itu mengukir senyum tipis, menggeleng, lalu berjalan mendekati keduanya. Dalam sekejap,

