Hari ini adalah persidangan perceraiannya dengan Abimanyu dan Tara memutuskan tidak menghadirinya, membiarkan pengacaranya untuk mengurus perkara itu. Bukan karena dirinya takut, namun Tara tak ingin lagi menyiksa sanubarinya mendengarkan kata ‘tak ada lagi cinta’ yang mungkin akan pria itu sampaikan berulang kali di sana. Daripada membunuh hatinya sendiri, maka Tara memutuskan untuk tenggelam dengan pekerjaannya. Menyibukkan diri sendiri agar tak terpikir bagaimana reaksi Abimanyu saat mengetahui ketidakhadirannya atau bagaimana hasil sidang perceraian itu nanti. Tara tak mau memikirkan semua hal yang akan membuat dadanya tersiksa pedih. Ruangan itu masih sunyi saat Tara masuk ke dalamnya. Ia tersenyum tipis menatap jam yang melingkar pada pergelangan tangannya, jam setengah tujuh pagi.

