Tara bangun pagi-pagi sekali dan menyiapkan sarapan untuk mereka semua. Hari ini adalah hari Minggu, hingga dirinya tak perlu mempersiapkan diri dan berlomba dengan waktu untuk segara ke kantor. Lagipula, Tara tak betah berlama-lama merebahkan tubuh di samping Abimanyu. Ia tak lagi menyukai kebersamaan mereka yang kerap memberikan rasa pedih yang menyesakkan dadanya. Tara tak sanggup membunuh hatinya lagi dan lagi. “Wah … emang beda kalau udah jadi istri orang ya ….” Ucapan itu diiringi dengan tatapan kagum yang Derry berikan untuk Tara dan makanan yang telah tersaji di meja. “Bisa aja Mas Derry. “ Tara meletakkan piring berisi ayam goreng ke atas meja, lalu duduk di depan Derry yang sudah lebih dulu duduk menempati salah satu kursi di balik meja persegi panjang yang terletak tidak jauh

