Setelah sekian lama tak lagi tidur di atas ranjang yang sama, kini mereka terpaksa untuk melakukan ritual yang sudah lama tak mereka lakukan. Begitu masuk ke kamar, mereka saling memunggungi, tak ingin terlibat dalam pembicaraan sebelum tidur yang dulu kerap mereka lakukan, tak juga ingin saling menatap dan memberikan sentuhan-sentuhan kecil yang menghangatkan. Kini, mereka hanyalah dua orang asing yang terpaksa bersama. Tara terlalu sibuk berdamai dengan pedih yang menjalar ke penjuru hati dan suara petir di luar sana yang secara tiba-tiba membuatnya terpekik kaget. Abimanyu segera membalik tubuh, reflek ia mengelus lengan Tara. Kebiasaan ternyata sulit diubah, reflek tak bisa dihindari. Walau Abimanyu tahu, jika dirinya telah kehilangan semua hak itu saat memutuskan berpaling pada wanit

